Motivasi Membaca Al-Qur’ân untuk Anak

quran-1036782_1920

 

Ibu dan Ayah sudah tahu Gerakan Literasi Baca-Tulis? Gerakan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang digiatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 2016. Tujuannya untuk membangun budaya literasi pada keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Menurut Djoko Saryono dkk (2017), kemampuan baca-tulis membuat seseorang dapat menjalani hidupnya dengan kualitas yang lebih baik. Terlebih lagi pada era yang semakin modern yang ditandai dengan persaingan ketat dan pergerakan yang cepat. Kompetensi seseorang sangat diperlukan agar dapat bertahan hidup dengan baik.

Jauh sebelum kita, membaca dan menulis merupakan aktivitas yang sangat dicintai para ulama dalam kehidupannya sehari-hari. Hal itu karena kegairahan mereka terhadap ilmu. Kutab Publishing (2016) mengemukakan, kebiasaan mereka perlu disuarakan kembali pada zaman ini. Umat sangat membutuhkan ilmu atas berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Nah, sebagai orang tua, tentu kita perlu menanamkan kebiasaan tersebut kepada anak-anak di rumah. Dimulai dari membaca, orang tua perlu memotivasi anak agar berhasrat terhadap ilmu sehingga membaca menjadi keseharian mereka. Adapun motivasi membaca untuk anak yang perlu diutamakan dalam keluarga Muslim adalah membaca Alquran (Al-Qur’ân).

Tim Syaamil Al-Qur’an menuliskan beberapa inti sari ayat tentang pengertian Alquran dalam Syaamil Al-Qur’an Terjemah Tafsir Per Kata. Berdasarkan surah Al-Al-Isrâ’ (17) ayat 9, Alquran adalah petunjuk bagi orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang teguh pendirian dalam meniti jalan yang lurus dan melakukan amal perbuatan yang baik, sehingga kelak mereka mendapat keberuntungan yang besar, yaitu surga di sisi Allah (Allâh). Berdasarkan surah Al-Anbiyâ’ (21) ayat 50, Alquran adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad–Rasulullah (Rasûlullâh) shallallâhu ‘alaihi wa sallam–untuk disampaikan kepada umat manusia; di dalamnya terkandung peringatan untuk bertakwa kepada Allah dan keberkahan bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran darinya. Berdasarkan surah Az-Zukhruf (43) ayat 3, Alquran adalah firman Allah yang sangat mulia dan penuh hikmah; diturunkan kepada Nabi Muhammad–Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam–dengan berbahasa Arab agar umat manusia mempelajari dan memahaminya.

Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda–dan diriwayatkan oleh al-Bukhârî–yang artinya, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya.” Beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam juga bersabda–dan diriwayatkan oleh Muslim– yang artinya, “Rahmat akan datang kepada orang yang membaca dan mempelajari Alquran.” Beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam juga bersabda–dan diriwayatkan oleh Ahmad– yang artinya, “Barang siapa yang membaca Alquran dan mengamalkannya niscaya Allah akan memakaikan kepada kedua orang tuanya mahkota pada hari kiamat. Cahayanya lebih terang daripada cahaya matahari.”

Itu menunjukkan bahwa sudah sepantasnya orang tua mengajarkan Alquran kepada anak-anak. Menurut Muhammad Said Mursi (2004), mengajari anak membaca Alquran dengan benar sesuai kaidah tajwid hendaknya dilakukan dengan cara yang mudah diikuti anak. Musthafa al-‘Adawy (2015) menasihatkan, kita bisa mengajarkan beberapa kalimat dan kosa kata ringan dalam Alquran. Kita bisa memulainya dari ayat-ayat dalam Juz ‘Amma. Makna ayat-ayat tersebut bisa kita sampaikan sedikit demi sedikit kepada anak-anak.

Berkenaan surah-surah pendek dalam Juz ‘Amma, Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid (2009) mengemukakan bahwa surah-surah tersebut memiliki sesuatu yang berbeda. Secara keseluruhan, jumlahnya tidak lebih dari satu juz. Surah-surah tersebut tersusun dari ayat-ayat pendek yang tidak sulit dibaca dan dilantunkan lidah sehingga mudah dihafal. Beliau juga mengemukakan bahwa anak yang menyelami Alquran, baik dengan membaca maupun menelaahnya, akan sanggup menyelesaikan berbagai permasalahan menyangkut keyakinan maupun kejiwaan. Perilakunya akan tertata rapi.

Itulah secuil alasan pentingnya motivasi membaca Alquran untuk anak ya, Ibu dan Ayah. Semoga firman-firman Allah meresap sedini-dininya dalam jiwa mereka. Mereka pun tumbuh dengan kecintaan terhadap Alquran dan berperilaku dengan akhlaknya. Selamat mencurahkan segenap kemampuan.

 

Dhaniar Retno Wulandari, S.S., M.Pd. (Guru SDIT Ar-Risalah, Surakarta)

*Artikel ini telah dipublikasikan dalam Majalah Ar-Royyan Edisi 40 (September 2018).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *